Putra Daerah – Devide et Impera

Februari 10, 2008

Isu “Putra Daerah” kini semakin menghangat di tanah air tercinta ini. Tatkala pengumunan hasil ujian CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) keluar, lantas ada oknum yang ribut mempertanyakan kenapa “Putra Daerah” tidak banyak yang lulus. Begitu juga dengan perusahaan-perusahaan di negeri ini tak luput dari bulan-bulanan isu “Putra Daerah”. Bukan hanya itu, tatkala Pilkada ada sebahagian oknum yang mengusung isu daerahnya harus dipimpin “Putra Daerah”.

Menyedihkan memang. Tapi inilah salah satu buah dari otonomi daerah yang terbilang sangat morat-marit di negeri ini. Perlahan namun pasti “Devide et Impera” gaya baru telah merasuki benak putra-putri bangsa ini dengan pengkotak-kotakan yang semakin nyata dengan isu “Putra Daerah”.

Bila kita berfikir lebih jernih lagi, bukankah saat ini adalah era globalisasi dimana prestasilah yang sangat menentukan bila kita ingin menang dalam suatu kompetisi, bukan asal-usul kita. Sebagai contoh kota Medan, pada awalnya kota ini adalah kekuasaan Sultan Deli tetapi dengan berjalannya waktu, persaingan demi persaingan berjalan cepat dan akhirnya Kota Medan menjadi kota yang majemuk dan tidak memperdulikan lagi Melayu atau bukan, selama mampu bersaing maka dia tidak akan terpinggirkan. Demikian pula Jakarta.

Salah satu program terbaik yang pernah dijalankan oleh “Almarhum Suharto” adalah transmigrasi, mutasi PNS, Polisi dan TNI dari satu daerah ke daerah lain. Tujuannya apa? Tak lain adalah untuk memajemukkan dan membaurkan bangsa ini agar tidak terpecah belah. Beliau jeli dengan memandang jauh ke depan.

Apakah isu “Putra Daerah” harus dibiarkan menebal di negeri ini?
Jawabnya ada pada diri kita, generasi muda Indonesia.
Singsingkan lengan, mari bersaing dengan prestasi.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.